Daulah Abbasiyah

Diposkan oleh Burhanuddin NurHuda on 07.13


DAULAH ABBASIYAH
Kekuasaan Daulah Abbasiyah pernah diterapkan selama 2 kali.
     1)      Masa Daulah Abbasiyah  ke-1
Dipusatkan di Irak selama 508  tahun ( 132-656 H / 750-1258 M ) . Dinamakan Daulah Abbasiyah karena pemimpin pertamanya Abu Abbas As Safa. Pada masa ini, ilmu pengetahuan mengalami perkembangan yang pesat sekaligus berhasil menjadikannya sebagai pusat berkembangnya ilmu filsafat dan ilmu pengetahuan yang alainnya.
   
2)      Masa Daulah Abbasiyah ke-2
Dipusatkan di Mesir selama 256 tahun ( 699-1432 H / 1299-1924 M ).  Ilmu pengetahuan pada masa Daulah Abbasiyah mencapai puncak keemasannya pada masa khalifah Harrun Ar Rasyid ( 768-809 M ). Setelah Harun Ar Raasyid meninggal kemudian diganti oleh Al Makmun yang pada masanya , penerjemahan buku buku asing digalakkan dan banyak mendirikan sekolah sekolah diantaranya Baitul Hikmal di Baghdad dan Irak  yang bertugas mengkaji penemuan penemuan dalam berbagai disiplin ilmu serta menterjemahkan kitab kitab berbahasa asing. Sedangkan lembaga pendidikan pada masa Daulah Abbasiyah dibagi menjadi 2 tingkatan yaitu :
a.       Maktab/ Kuttab dan Masjid               
Yang beerisi lembaga bacaan, hitungan, tulisan, serta tempat para pemuda belajar dasar dasar ilmuan agama
b.      Tingakatan Pendalaman
Yaitu bagi para pelajar yang ingin memperdalam ilmunya.
Hancurnya Daulah Abbasiyah yang ke 2 ini dikarenakan Mesir mendapat serangan dari Bangsa Mongol.
Tokoh Ilmuwan Muslim dan Perannya pada Masa Daulah Abbasiyah
     1)      Di Bidang Ilmu Agama
a.       Ilmu Tauhid ( Abu Hasan Al Asy’ari )
Ilmu Tauhid adalah ilmu yang mempelajari tentang keimanan, keyakinan dan akidah. Tokoh yang terkenal dalam bidang tauhid adalah Abu Hasan Al Asy’ari. Beliau lahir di Basroh pada tahun 260 H/ 373 M – 324 H/935 M 61 tahun. Beliaulah yang mengenalkan ajaran Ahlus sunnah wal jama’ah. Ajaran beliau dikenal dengan paham Asy’ariah. Adapun ajaran Asy’ariah yang berkembang sampai saat ini adalah adanya 13 sifat sifat Allah dan kemudian dikembangkan menjadi 20 sifat. Ajaran ini cepat berkembang luas dengan dukungan ulama Abu Mansur Al Maturidy dan Imam Al Juwaini. Kemudian Imam Snusi yang membagi sifat sifat Allah menjadi 3 bagian yakni sifat wajib, sifat mustahil dan sifat jaiz dengan pengelompokan sifat nafsiyah, salbiah, ma’ani dan maknawiyah. Kitab hasil karangannya adalah Al Luma’ dan Al Ibana
b.      Bidang Fiqih
Ilmu Fiqih adalah ilmu yang mempelajari tentang tata cara beribadah. Di antara tokoh dibidang ilmu fiqih, adalah Imam Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali. Ajaran mereka dikenal dengan sebutan Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki, Mazhab Syafi’I, dan Mazhab Hambali. Mereka dikenal sebagai Mujtahid Besar dibidang hukum Islam.
Imam Hanafi, nama lengkapnya adalah An Nukman bin Tsabit. Lahir tahun 700 M di Kufah, Irak. Ajarannya dalam Ilmu fiqih adalah selalu berpegang pada Al Quran dan Hadist. Beliau tidak menghendaki adanya taklid (meyakini suatu paham <pendapat> ahli hukum tanpa mengetahui dasarnya) dan Bid’ah (pembaruan ajaran Islam tanpa ber pedoman pada Al Quran dan Hadist). Dalam menetapkan hukum fikih beliau bersumber pada All Quran, hadis, qiyas dan istihsan.
Imam Maliki, nama lengkapnya adalah Abu Abdillah Malik bin Anas. Beliau lahir di Madinah tahun 716 M. Dalam menetapkan hokum fikih, beliau berpedoman pada Al Quran, hadis, ijma sahabat, dan kemaslahatan urf (adat) penduduk Madinah. Buku karangannya adalah Al Muwaththa. Imam Maliki ini adalah guru Imam Syafi’i.
Imam Syafi’i, nama lengkapnya adalah Muhammad Ibnu Idris bin Abbas bin Usman Asy Syafi’I. Beliau diahirkan di Palestina tahun 767 M. Menurut riwayat, di usianya yang 15 tahun, beliau lulus dalam spesialisasi hadis dari gurunya Imam Sufyan bin Uyaini sehingga beliau diiberi kepercayaan untuk mengajar dan member fatwa kepada masyarakat dan menjadi guru besar di Masjidil Haram, Mekah. Dalam menetapkan hukum fikih, Imam Syafi’I berpedoman kepada Al Quran, hadis, ijma’ dan qiyas. Buku karangan Imam Syafi’i  adalah Ar Risalah dan Al ‘Um. Ajaran Imam Syafi’I terkenal dengan Mazhab Syafi’I yang banyak dianut oleh umat Islam di Indonesia, Asia Tenggara, Mesir, Baghdad, dan Negara lainnya.
Imam Hambali, nama lengkapnya adalah Ahmad bin Hambal Asy Syaibani. Beliau lahir di Baghdad tahun 855 M. Ajarannya terkenal dengan Mazhab Hambali. Dalam menetapkan hukum fikih Imam Hambali berpedoman pada Al Quran, hadis, dan fatwa para sahabat.
c.       Bidang Akhlaq ( Imam Al Ghozaly )
Nama aslinya adalah Imam Abu Hamid Al Ghozaly. Lahir di Thus ( Iran ). Beliau tokoh di bidang ilmu Akhlaq / moral berdasar Islam dan juga terkenal di berbagai bidang yang lain seperti ilmu fikih, Ilmu kalam,/ logika, tafsir, tasawuf dan filsafat.
Hakekat kebahagiaan hidup adalah merupakan teori yang dikemukan. Teori tersebut dituangkan dalam kitabnya yang terkenal yaitu “Ihya Ulumudin” ( menghidupkan ilmu-ilmu agama ).
Imam Al Ghozaly memperoleh gelar Hujjatul Islam ( Bukti bukti kebenaran Islam ) Karen sangat berjasa dalam membela islam dan menangkis serangan serangan sarjana barat (orientalis). Beliau adalah tokoh reformasi dunia Islam pada abad 5 H.
d.      Bidang Hadits ( Al Bukhori )
Lahir di Bukhoro ( 194 H / 810 M – 256 H / 870 M ). Beliau tokoh di dalam ilmu hadits dan perawi hadits yang terkenal. Beliau merupakan murid Imam Hambali. Selam hidupnya di habiskan untuk mencari hadits Nabi Muhammad SAW. Setelah diseleksi hadits hadits tersebut di tulis dalam sebuah kitab yang terkenal yaitu Sohih Bukhori yang memuat beribu ribu hadits shohih. Dari ribuah hadits tersebut tidak ada satupun hadits yang di tulis tanpa di dahului dengan sholat hajat terlebih dahulu.
e.      Ketatanegaraan Islam ( Imam Mawardi )
Hasil karyanya yang terkenal adalah buku Al Ahkamus sulthoniyah. Diantaranya dijelaskan tentang 3 teori kedaulatan rakyat yaitu :
1.       Kedaulatan Tuhan
2.       Kedaulatan Sultan
3.       Kedaulatan Rakyat ( paham ini adalah pengaruh dari dunia barat )
Selain tokoh-tokoh tersebut masih banyak tokoh di bidang Ilmu Agama lainnya. Peranan mereka sangat besar dalam membimbing umat Islam dunia, yaitu :
1.       Menggali dan menjabarkan Al Qur’an hingga umat Islam tidak terjebak pada pemahaman yang salah
2.       Menyebarluaskan kebenaran Islam melalui tulisan tulisan / kitab kitab yang kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa
3.       Memberikan teladan tentang keuletan mencari ilmu
         2)      Di Bidang Ilmu Pengetahuan Umum
a.       Kedokteran
1.       Ibnu Sina
Nama lengkapnya Abu Ali Husein bin Abdillah Ibnu Sina. Beliau adalah tokoh di bidang ilmu Biologi, Kedokteran dan Filsafat, logika, fisika dan matematika. Al Qur’an telah di hafal dalam usia 10 tahun. Usia 16 tahun berhasil mengobati seorang pangeran yang bernama Nuh bin Manshur yang sakit parah dan lumpuh. Ibnu Sina di angkat sebagai penasihat para dokter pada masa itu. Beliau terkenal sebagai Bapak Kedokteran Dunia. Hasil karyanya antara lain :
a.       Qonun fit thibi / The Canon of Medicine ( dasar dasar ilmu kedokteran )
Kitab ini menjadi rujukan bagi ilmu kedokteran. Buku tersebut sampai pada akhir abad ke 17 dipakai sebagai standar oleh universitas di Eropa.
b.      Asy Syifa’
c.       An Najah
2.       Ibnu Rusyd
Lahir di ujung barat negri Islam yakni Kardova Spanyol. Sejak kecil hidup dalam keluarga yang taat dan teguh dalam menegakkan agam. Sejak remaja belajar matematika, astronomi, filsafat dan kedokteran, kepada para ahli yang hidup pada masa itu. Sehingga dia lebih dikenal dengan ahli dalam bidang kedokteran di samping juga ahli di bidang ilmu agama. Hasil Karyanya adalah :
a.       Bidyatul Mujtahid yang berisi tentang ilmu Agama.
b.      Al Kuliyyat yang berisi tentang kedokteran
3.       Ar Rozy
Nama lengkapnya adalah Abu Bakar Muhammad Zakaria Fahrudin Ar Rozy. Terkenal sebagai dokter yang pertama dalam pengobatan secara ilmu jiwa. Pemberian terapy yang dia lakukan dengan cara memberikan sugesti terhadap para penderita psykosomatis ( penderita gangguan mental dan emosi ). Ar Rozy di dunia barat terkenal dengan nama Rashes. Beliau juga merupakan tokoh reformasi dunia Islam pada abad ke 6 H.

b.      Matematika
1.       Al Khowarizmi
Beliau adalah peletak dasar ilmu matematika dengan karyanya yang masyhur : “ Al Jabra wal Muqobbala”. Buku itu membahas tentang ilmu Al Jabbar yang diajarkan diberbagai sekolahan di dunia termasukIndonesia, yang kini diubah menjadi Matematika. Beliaulah yang mula mula menemukan angka nol/exero/zero dan dikenal sebagai Bapak Al Jabar.
2.       Jamsyid Glatsuddin Al Kasyi
Jamsyid hidup pada abd ke tujuh di Kota Samarkand, Uzbekistan. Beliau seorang professor dalam bidang matematika dan astronomi di Universitas Samarkand. Beliaulah peletak dasar aritmatik (ilmu hitung) yang dilakukan atas dasar slide rule yang dianggap sebagai penenmuan ilmiah paling penting dalam matematika pada abad ini. Buku karangannya yng terkenal adalah Makhtutu Miftahil Hisab.
3.       Sabit Bin Qurrah Al Hirany
Buku karangannya yang terkenal adalah Hisabul Ahillah dan Kitabul ‘Adad
4.       Ibnu Haitsam
Buku karangannya yang terkenal adalah
-          Aqwalun fi Halli Masalatil ‘Adadiah
-          Muqaddimah Dalilul Musaba
-          Ta’liqul Fil Jabar
c.       Astronomi ( Raihan Al Biruny )
Nama lengkapnya adalah Abu Raihan Al Birunu ( 973 -1048 M ). Beliau adalah tokoh dibidang astronomi dan perbintangan. Peletak dasar dasar ilmu perbintangan modern dan terbesar dalam sejarah seperti adanya istilah katulistiwa dan arade yang berarti bumi berasal dari bahasa Arab. Beliaujuga penemu berat jenis permata, logam dan sebagainya. Beliau telah menyusun kitab kitab tentang sejarah, perbedaan bulan, thun, dan penanggalannya. Begitu juga kitab sejarah tentang India secara lengkap. Tokoh astronomi lainnya adalah Abu Ma’syar Al falaky
d.      Sosiologi ( Ibnu Khaldun )
Beliau berasal dari Arab dan merupakan tokoh sejarah, politik, sosiologi, ekonomi, dan sejarah. Beliau mendapat gelar Bapak Sosiologi Islam.
e.      Kesusteraan ( Abu Nawas )
Beliau adalah sastrawan hebat pada masa Bani Abbasiyah. Buku karangannya yang terkenal adalah Kisah 1001 Malam, yang diantaranya berisi kisah Aladin dan lampu wasiat dan Ali baba. Tokoh sastrawan lainnya adalah Al Mutanaby.
f.        Filsafat  ( Al Faraby )
Nama lengkapnya adalah Abu Nasr Muhammad Al Faraby. Lahir di Wasij sebuah desa di Farah (Transoksania ) pada tahun 870 M dan wafat pada tahun 980 . Menuntut Ilmu di Baghdad dan mengembangkan selama 20 tahu. Beliau adalah tokoh ilmu fisika dan filsafat. Cendekiawan di bidang filsafat lainnya antara lain Abu Ishak Al kindy, Ibnu thufail dan Ibu Sina.
Masih banyak tokoh cendekiawan dibidang lainnya contohnya :
Biologi           : As Simay, Ibnul Awwam, Al Jahiz
Sejarah         : Abu Abdillah, Al Qozwaini, Abu Raihan, Al Biruni, Ibnu Hisyam, Al Waqidi.
Farmasi dan kimia    : Ibnu Baithan
Peranan mereka sangat besar dalam membimbing umat Islam dunia yaitu :
1.       Sebagai peletak dasar pengembangan ilmu pengetahuan sehingga mencapai kemajuan
2.       Pemberi warisan ilmu pengetahuan
3.       Penguat iman dan taqwa, sebab dengan pengetahuan yang berpedoman pada penemuan ilmuwan muslim, kita menjadi sadar bahwa ilmu ilmu itu adalah pemberian Allah SWT

1 komentar:

Comment by rodenstockgumilar1 on 6 Agustus 2013 02.57

Tks infonya. Kok dlm tulisan ini, ga tercantum ilmuwan ternama Ya'kub Bin Ishak al-Kindi. Padahal beliau merupakan tokoh yang menginspirasi Ibnu sina dalam filsafat dan beberapa cabang ilmu yg lain.

 

Poskan Komentar