PKN

Diposting oleh Unknown on 07.58 komentar (0)


Dewan Perwakilan Rakyat
Tugas dan wewenang DPR antara lain:
  • Membentuk Undang-Undang yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama
  • Membahas dan memberikan persetujuan atau tidak memberikan persetujuan terhadap Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang yang diajukan oleh Presiden untuk menjadi undang-undang
  • Menerima rancangan undang-undang yang diajukan oleh DPD berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah serta membahas membahas rancangan undang-undang tersebut bersama Presiden dan DPD sebelum diambil persetujuan bersama antara DPR dan Presiden

PKN

Diposting oleh Unknown on 07.54 komentar (0)


Tugas dan wewenang MPR diatur dalam UUD 1945 dan UU Nomor 27 Tahun 2009.
Ketentuan dalam UUD 1945
(Bab II Pasal 2 dan 3)
Pasal 2
(1)  Majelis  Permusyawaratan  Rakyat  terdiri  atas  anggota  Dewan  Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang­undang.
(2)  Majelis  Permusyawaratan  Rakyat  bersidang  sedikitnya  sekali  dalam  lima tahun di ibu kota negara.
(3) Segala putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan
dengan suara yang terbanyak.

Contoh Pidato

Diposting oleh Unknown on 07.39 komentar (0)


PIDHATO I

PIDHATO KETUA OSIS
INGKANG NEMBE DIPUNLANTIK


TEMBUNG RANGKEP LAN UKARA PAKON

Diposting oleh Unknown on 07.34 komentar (0)


TEMBUNG RANGKEP LAN UKARA PAKON
TEMBUNG RANGKEP
Tembung rangkep punika kadadosan saking pangrimbaging tembung lingga utawi tembung andhahan ingkang karangkep. Mila miturut pangrimbaging tembung-tembung rangkep kaperang dados :
         a.      Tembung rangkep dwilingga
         b.      Tembung rangkep dwipurwa
         c.       Tembung rangkep dwiwasana


SKIMING and SCANNING

Diposting oleh Unknown on 05.33 komentar (2)


 A.    Membaca Scanning
1.  Pengertian
Membaca tatap (scanning) atau disebut juga membaca memindai adalah membaca sangat cepat. Ketika seseorang membaca memindai, dia akan melampaui banyak kata. Menurut Mikulecky & Jeffries (dalam Farida Rahim, 2005), membaca memindai penting untuk meningkatkan kemampuan membaca. Teknik membaca ini berguna untuk mencari beberapa informasi secepat mungkin. Biasanya kita membaca kata per kata dari setiap kalimat yang dibacanya. Dengan berlatih teknik membaca memindai, seseorang bisa belajar membaca untuk memahami teks bacaan dengan cara yang lebih cepat. Tapi, membaca dengan cara memindai ini tidak asal digunakan. Jika untuk keperluan untuk membaca buku teks, puisi, surat penting dari ahli hukum, dan sebagainya, perlu lebih detil membacanya.

Esay Sastra

Diposting oleh Unknown on 05.00 komentar (0)



NOVEL KARYA HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) dengan judul Di Bawah Lindungan Ka’bah



Oleh :
Burhanuddin Zaki Nurhuda                    (A4-11 / 11144600148)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
2012
                                  ESAY SASTRA
NOVEL KARYA HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) dengan judul Di Bawah Lindungan Ka’bah

A.   UNSUR EKSTRINSIK

1.      Judul Karya Sastra                        : Di Bawah Lindungan Ka’bah

Makalah PGRI

Diposting oleh Unknown on 04.49 komentar (2)


MAKALAH  KE-PGRI-AN
PGRI DI MASA DEMOKRASI TERPIMPIN
Dosen pengampu: Drs. Soepoyo Ristiyanto






Disusun oleh:
1. Ana Marita                                     (11144600122)
2. Novi Dwi Ambarwati                     (11144600131)
3. Burhanuddin Z.N                           (11144600148)
4. Deni Yudha Pradana                      (11144600154)
Kelas A4-11

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
2012
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah tentang “PGRI Di Masa Demokrasi Terpimpin” guna memenuhi tugas mata kuliah KE-PGRI-AN yang diampu oleh Drs. Soepoyo Ristiyanto.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami menerima kritik dan saran yang bersifat membangun untuk perbaikan makalah ini. Penulis berharap makalah  ini dapat bermanfaat bagi  pembaca.





Yogyakarta, 07 April 2012


Penulis










BAB
PEMBAHASAN

1.      PGRI pada Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965)
Sebelum masa demokrasi terpimpin, Indonesia mengalami perpacahan pada masa PKI. Namun akhirnya dapat ditumpas. Setelah itu sistem pemerintahan Indonesia adalah sistem demokrasi terpimpin. Masa demokrasi terpimpin yaitu kepala pemerintahan sekaligus menjadi  kepala negara. Sehingga keluarlah dekrit presiden tanggal 5 Juli 1959.
Isi dari Dekrit tersebut antara lain:
  1. Pembubaran Konstituante
  2. Pemberlakuan kembali UUD '45 dan tidak berlakunya UUDS 1950
  3. Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

makalah agama

Diposting oleh Unknown on 08.57 komentar (1)


MAKALAH
FIQIH

Penulisan makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Pendidikan Agama Islam
logohitamputih.jpg

Disusun Oleh :
Riza Syarifuddin                          11144600121
Burhanuddin Zaki N                               11144600148
Amin Prasetyo Aji                        11144600156

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
2011


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunianya kepada kami sehingga kami berasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulilah selesai pada waktunya yang berjudul “ Manusia Menurut Agama Islam Dan Hubungan Manusia Dengan Agama Islam"
            Dalam kesempatan ini, perkenankan penulis menyampaikan penghargaan dan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada yang terhormat kepada Bapak Moehadi selaku dosen pembimbing mata kuliah ini. Tidak lupa kami mengucapkian terima kasih kepada  teman-temanku  kelas A4-11 PGSD. Keluarga yang selalu memberikan waktu dan kepercayaan, kasih sayang dan dorongan serta doa dan pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Sehingga dengan adanya pihak-pihak tersebut makalah ini dapat terselesaikan.
            Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.  Oleh karena itu,  kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.      Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
                                                                                    Yogyakarta, 22 Desember 2011
Penulis


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Fiqih Islam merupakan salah satu bidang studi Islam yang paling terkenal atau dikenal oleh masyarakat. Ini terjadi karena fiqih terkait langsung dengan kehidupan masyarakat, dan itu terjadi dari sejak lahir sampai dengana meninggal dunia, manusia itu selalu berhubungan dengan Fiqih.
Karena sifat dan fungsinya yang demikian itu maka fiqih dikategorikan sebagai ilmu al-hal. Ilmu al-hal yaitu Ilmu yang berkaitan dengan tingkah laku kehidupan manusia, dan juga termasuk ilmu yang wajib dipelajari oleh manusia, karena dengan Ilmu itu pula seseorang baru bias atau seseorang baru dapat melaksanakan kewajibannya mengabdi kepada Allah SWT melalui ibadah seperti dalam melaksanakan sholat, puasa, zakat, haji, dan lain sebagainya.


Esay Pancasila

Diposting oleh Unknown on 01.32 komentar (0)


MAKNA PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAN IDEOLOGI NEGARA

Oleh : Burhanuddin Zaki Nurhuda *)




PENGERTIAN  IDEOLOGI NEGARA
Ideologi adalah ajaran, doktrin, atau ilmu yang diyakin kebenarannya, disusun secara sistematis, dan diberi petunjuk pelaksanaannya dalam menanggapi dan menyelesaikan masalah yang ada dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam harfiah, Ideologi adalah Ilmu tentang gagasan, cita-cita. Istilah Ideologi berasal dari kata “idea” yang artinya gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita. Dan “logos” yang artinya ilmu. Dalam pengertian sehari-hari, idea artinya disamakan dengan cita-cita. Dan cita-cita yang dimaksud disini bersifat tetap yang harus dilakukan dan dicapai, dan juga cita-cita itu sekaligus merupakan dasar, pandangan dan juga paham. Ideologi adalah seperangkat gagasan, ide, cita-cita, dari sebuah masyarakat tentang kebaikan bersama yang dirumuskan dalam bentuk dan juga tujuan yang harus dicapai dan cara yang digunakan untuk mecapai sebuah tujuan tersebut. Dalam arti yang luas, Ideologi dipergunakan untuk segala kelompok cita-cita, nilai-nilai dasar, dan keyakinan-keyakinan yang mau dijunjung tinggi sebagai pedoman normatif. Dan dalam arti yang sempit, Ideologi diartikan sebagai gagasan-gagasan atau sebuah teori yang menyeluruh tentang makna hidup dan nilai-nilai yang mau menentukan dengan mutlak bagaimana manusia harus hidup dengan cara bertindak.